I want you to take a look at: majelisrasulullah.org – Ayat Yang Paling Menggembirakan Rasulullah saw, Senin 10 Mei 2010
I want you to take a look at: majelisrasulullah.org – Ayat Yang Paling Menggembirakan Rasulullah saw, Senin 10 Mei 2010

Namun, harmoni dalam hubungan antarmanusia tidak berkembang secara linier mengiringi perkembangan peradaban. Tidak otomatis orang semakin dapat menghargai martabat individu lain seiring perkembangan peradaban manusia. Fakta menunjukkan bahwa agresi, kekerasan, atau pelecehan terhadap individu lain masih terus terjadi, bahkan antarorang terdekat di dalam rumah tangga.
Kecenderungan umum?
Hal yang cukup memprihatinkan, kekerasan tidak terbatas di kalangan kurang terdidik, tetapi juga terjadi di kalangan yang berpendidikan tinggi. Meski cukup banyak wanita berpendidikan tinggi dan berkarier sambil menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga, cukup banyak di antaranya yang masih mengalami pelecehan oleh suami.
Salah satu bentuk pelecehan yang sering dilakukan suami adalah perintah disertai kata-kata kasar yang diucapkan ”tanpa perasaan”, ibarat seorang majikan kepada budak miliknya. Di sini, bukan kekerasan fisik yang terjadi, melainkan perlakuan dan ucapan yang semena-mena.
Seorang ibu rumah tangga (usia menjelang 80 tahun), tampak sehat secara fisik, mengalami gejala depresi karena sering mengalami kekerasan verbal dan pelecehan emosional sepanjang perkawinannya yang telah berlangsung 60 tahun. Ibu yang masih gemar membaca ini meski masih runtut dalam bertutur kata, sorot matanya tampak layu. Telah tiga bulan ia menderita pusing-pusing sejak peristiwa kekerasan verbal yang dialaminya seusai merayakan 60 tahun perkawinan.
Hampir 30 tahun terakhir ini, karena alasan kesehatan, secara geografis ia dipisahkan dari suaminya oleh anak-anaknya sendiri. Pasangan lansia ini hanya sesekali bertemu. Suaminya (mantan saudagar) bukanlah orang jahat, bukan pula orang yang telah berselingkuh dengan wanita lain. Namun, istrinya menderita semata-mata karena sifatnya yang keras dan sangat kasar kepada istri, anak-anak, dan orang lain.
Ibu yang lemah lembut ini merasa telah ”diinjak-injak” oleh suaminya sejak awal perkawinan. Meski ia telah melakukan tugasnya sebagai istri dengan baik, mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak hingga semua berhasil, sangat dihormati dan disayang oleh orang lain, ia merasa sangat tidak berharga di mata suaminya.
Apa yang dialami oleh ibu di atas banyak juga diderita ibu lain yang lebih muda, meski dalam detail cerita yang berbeda-beda. Mereka tidak mengalami kekerasan fisik, memiliki pendidikan tinggi, memiliki konsep diri positif. Namun, toh banyak dari mereka yang menyimpan kisah kekerasan verbal atau pelecehan emosional oleh pasangan sendiri. Untunglah sebagian dari mereka mampu bertahan, bahkan ambil bagian dalam usaha menyehatkan emosi suaminya.
Tentu hal ini tidak menafikan bahwa ada juga kejadian-kejadian sebaliknya, yakni suami yang mengalami pelecehan atau kekerasan oleh istrinya sendiri. Baca entri selengkapnya »